7 Tips Agar Bisa Menghidupkan Bulan Ramadan Anda Tahun Ini

 

Tips agar menambah semangat di bulan Ramadan


Assalamu’alaykum, Tetangganet, bagaimana persiapan Tetangganet menjelang bulan Ramadan yang akan tiba sebentar lagi?

Saya ingat sewaktu kecil dulu, bulan Ramadan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu. Suasana Ramadan di masa kecil saya, serasa seperti ada festival sebulan penuh. Semua terasa berbeda dan semarak. Dimulai dari bangun untuk makan sahur, sholat subuh di masjid bersama nenek, jalan-jalan pagi, durasi sekolah yang pendek dan banyak liburnya, mengaji tiap sore, berbuka bersama keluarga, hingga sholat tarawih.

Saya ingat betapa serunya menunggu waktu berbuka tiba, atau waktu berburu tanda tangan imam dan khotib untuk mengisi buku Ramadan. Atau sekedar menunggu matahari terbit ketika jalan pagi sepulang dari sholat subuh. Di bulan Ramadan kala itu, dunia serasa berputar melambat. Jarang sekali melihat orang tergesa-gesa atau marah-marah. Jika saja saat itu saya sudah tahu apa itu slow living, mungkin saja saya bisa menyebut gaya hidup di Ramadan kala itu sebagai gaya hidup slow living.

Namun, saya heran, mengapa orang-orang dewasa kala itu tidak seantusias kami, anak-anak, ya?

Bertahun-tahun pun berlalu, hingga tanpa sadar saya juga telah mengalami fase yang sama. Berbagai rutinitas belajar dan bekerja, menghalangi kesadaran bahwa saya sedang berada di bulan yang sangat istimewa (mungkin juga diri sendiri ini yang sengaja melupakan? Astagfirullah).

Namun, mungkinkah menghidupkan kembali semangat bulan Ramadan pada usia sekarang, seperti di kala kanak-kanak?

Bismillah, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah menghendaki. Yuk, semangat!

Keistimewaan Bulan Ramadan

Takdapat disangkal, bulan Ramadan adalah bulan yang dinanti. Saking dinantikan kedatangannya, para sahabat menunggu kehadiran bulan Ramadan bahkan sejak enam bulan sebelumnya.[1]

Bagaimana tidak dinanti, bulan Ramadan memiliki banyak keistimewaan [2]. Di antaranya:
  1. Ramadan adalah bulannya Al Quran.
  2. Ada Lailatul Qadar di dalamnya
  3. Setan-setan dibelenggu
  4. Dibukanya pintu-pintu surga, dan ditutupnya pintu-pintu neraka
  5. Dikabulkannya doa-doa
Mungkin karena istimewa ini, anak-anak masih bisa merasakan menggembirakannya bulan Ramadan ya.

Tips Menghidupkan Bulan Ramadan

Oleh karena itu, alangkah sayang kalau kita tidak bisa menghidupkan bulan Ramadan. Bagaimana caranya? Berikut beberapa tips menghidupkan bulan Ramadan dari Rumah Nur Hidayat.

1. Menghiasi hari-hari Ramadan dengan Al Quran

Bulan Ramadan adalah bulannya Al Quran. Oleh karena itu, mari kita dekatkan diri dengan Kitab Allah ini. Selain membacanya, kita juga bisa mempelajari dan menghafalkannya. Sekarang, ada banyak sekali program-program hafalan yang dilaksanaakan oleh masjid-masjid dan komunitas-komunitas, baik online maupun offline. Kita juga bisa mengikuti kajian-kajian ilmu Al Quran yang ada di masjid-masjid.

2. Mengejar Lailatul qadar bersama keluarga dan sahabat

Lailatul Qadar Adalah malam yang istimewa di bulan Ramadan. Pada malam itu, ibadah yang kita lakukan setara dengan ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Melebihi rata-rata umur manusia zaman sekarang! MasyaAllah!

Kita tidak pernah tahu kapan malam lailatul qadar akan tiba. Namun, kita bisa berusaha meraihnya. Jangan lupa ajak keluarga dan sahabat untuk ikut mengejarnya. Saling mengingatkan, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadan. Tentunya akan tambah bersemangat ya!

3. Menuliskan doa-doa

Saya terinspirasi dengan teman-teman yang akan berangkat haji. Banyak di antara mereka yang menanyakan doa apa yang ingin dititipkan ketika mereka nanti melaksanakan haji. Mereka akan menuliskannya di sebuah buku tulis kecil. Ketika mereka memiliki kesempatan berdoa sebanyak-banyaknya ketika setelah sholat di Masjidil Haram maupun ketika Wukuf, mereka akan membacakan doa-doa tersebut. Adakah Tetangganet yang memiliki pengalaman yang sama?

Para jamaah haji menyadari bahwa waktu mereka di tanah suci hanya sekejap saja. Oleh karena itu, mereka tidak mau menyianyiakan sedikit pun waktu yang berharga agar doa-doanya dikabulkan. Mereka tidak mau sesampainya di tanah suci malah lupa dengan apa saja yang mau didoakan. Karena itu mereka mencatatnya/

Bulan Ramadan pun hanya datang sebentar dalam setahun. Hanya 30 hari atau kurang dari itu. Namun, di dalamnya doa-doa yang kita panjatkan akan Allah kabulkan. Jadi, mengapa kita melakukan juga apa yang dilakukan para jamaah haji? Kita tuliskan apa saja harapan-harapan kita dalam sebuah buku kecil. Begitu kita memiliki kesempatan untuk berdoa, kita baca dan doakan. Jangan sampai ada kesempatan untuk berdoa tapi Malah bingung,”mau doa apa ya?” Wah, rugi sekali!

4. Mengikuti itikaf di masjid

Menjelang akhir bulan Ramadan, banyak sekali masjid yang menyelenggarakan program itikaf. Karena dikerjakan bersama-sama, mengikuti program itikaf di masjid bisa menambah semangat kita dalam beribadah. Apalagi jika panitia itikaf juga menyediakan berbagai fasilitas untuk peserta, seperti sajian sahur dan berbuka, fasilitas laundri, dll. Peserta itikaf jadi lebih fokus mengejar amalan-amalan seperti sholat dan membaca Al Quran.

5. Sertakan anak-anak dalam setiap kegiatan Ramadan

Anak-anak selalu bersemangat dengan hal-hal yang diluar rutinitas. Jika Tetangganet memiliki anak, adik, atau keponakan yang masih kecil, tentu akan terasa sekali serunya mengajarkan tentang bulan Ramadan kepada mereka.

Mengenalkan mereka dengan puasa, membangunkan mereka sahur dan mengajak mereka menunggu waktu berbuka, tentang sangat menyenangkan. Ditambah lagi mengajak mereka ikut kegiatan tadarus Al Quran bersama anak-anak lainnya.

Usahakan ketika kita mengajarkan anak-anak tentang bulan Ramadan dengan cara yang menyenangkan. Tentunya harus disesuaikan dengan usia dan kemampuan masing-masing anak ya.

6. Pasang target Ramadan

Akan lebih greget, kalau kita menentukan target di bulan Ramadan. Tak perlu muluk-muluk, yang Penting kita bisa istiqomah. Sesuaikan target dengan capaian bulan Ramadan tahun lalu. Misalkan, Ramadan lalu kita berhasil menyelesaikan 20 juz Al Quran, coba kita tambahkan 1% menjadi 22 juz. Misal, Ramadan lalu, kita berhasil memberi makanan berbuka untuk 10 orang fakir miskin, kita coba menjadi 11 orang.

Dengan memiliki target, kegiatan-kegiatan kita selama bulan Ramadan akan lebih terarah. Kita juga jadi terpacu untuk memaksimalkan seluruh daya upaya kita untuk menjadi manusia yang lebih baik.

7. Hindarkan diri dari mengurus terlalu banyak perkara duniawi

Memang godaan perkara duniawi di bulan Ramadan itu cukup banyak. Event-event bertajuk Ramadan bertebaran dimana-mana. Namun, kita perlu betul-betul selektif dengan event-event tersebut. Apakah event tersebut akan menambah keimanan kita? Atau justru acara-acara tersebut malah menjauhkan kita dari nikmatnya ibadah di bulan Ramadan? Kita perlu mengingat bahwa Ramadan itu hanya sebentar.

Contohnya saja, acara berbuka puasa bersama (bukber) dengan teman-teman. Okelah, jika hanya sekali dua kali. Namun, jika sudah sampai setiap hari, dan setiap acaranya malah menghambat kita untuk mengikuti sholat maghrib dan tarowih di masjid, lebih baik kita batasi.

Contoh lain adalah event-event promo Ramadan. “Mumpung diskon besar” begitu dalih kita. Namun hal ini malah menyita waktu kita yang sangat berharga untuk shopping maupun scrolling. Percayalah, Tetangganet, jika memang barang idaman itu adalah rezeki kita, Allah akan memberikannya kepada kita semahal apapun harganya. Namun, waktu yang terbuang untuk berbelanja itu lebih baik kita gunakan untuk membaca Al Quran, misalnya.

Bulan Ramadan ini, Marilah kita menjadi manusia yang berkesadaran. Sadar diri kita sebagai hamba Allah. Sadar bahwa umur kita sangat terbatas. Sadar bahwa bisa saja Ramadan tahun depan tidak sampai kepada kita. Sehingga kita bisa menentukan prioritas dengan bijaksana.

Semoga bulan Ramadan ini kita bisa menghidupkannya sepenuh hidup, tanpa ada penyesalan. Ramadan Mubarak untuk semua Tetangganet! Wassalamu’alaykum!



Referensi:

[1] https://muslim.or.id/4150-persiapkan-diri-menyambut-ramadhan.html

[2] https://rumaysho.com/401-semangat-di-bulan-ramadhan.html

0 Komentar