Ketika Malas Beberes Rumah

 

Ketika Malas Beberes Rumah



Assalamu’alaykum, Tetangganet, sudahkah beberes rumah hari ini? Yah, memang kadang-kadang kita merasa bosan dengan pekerjaan rumah yang tak pernah selesai. Setiap kali mata memandang, ada saja hal-hal yang perlu dibereskan. Apalagi jika Tetangganet memiliki anak yang masih kecil di rumah. Baru saja menghela napas, ada lagi barang-barang yang berceceran.

Berhenti Membandingkan

Karena rutinitas yang begitu-begitu saja, akhirnya kita merasa hidup kita menjadi monoton dan tidak produktif. Kadang-kadang kita mengeluhkan, kok tidak ada perkembangan apapun dalam hidup kita. Hanya beberes rumah saja seharian.

Kadang-kadang yang membuat kita merasa berat, ketika kita membandingkan performa kita dengan orang lain. Apalagi ketika kita sedang scrolling-scrolling di media sosial. Kok, Bunda A bisa rumahnya selalu rapi ya? Wah, enak Bunda B hidupnya tidak monoton, bisa jalan-jalan dan berkarir! Kok aku sudah capek-capek mengurus rumah tidak bisa se-slay Bunda C ya?

Stop scrolling, Tetangganet! Kita tidak tahu apa saja yang dilakukan Bunda A dan Bunda B di luar media sosial, bukan? Kondisi setiap orang pasti berbeda-beda. Apa yang dialami orang lain belum tentu sama dengan yang kita alami.

Berhenti membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Mari kita evaluasi diri. Daripada mengeluh, yuk kita mulai selesaikan pekerjaan yang di hadapan kita satu per satu.

Nikmati prosesnya. Hasilnya, beberes rumah akan membuat pikiran Anda lebih tenang dan tertata.

Beberes Rumah Meningkatkan Kewarasan Mental

Jangan sampai Tetangganet berpikir beberes rumah adalah kegiatan yang membuat kita tidak produktif. Justru, kegiatan beberes rumah menciptakan suasana yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga dan juga meningkatkan kewarasan mental kita sebagai homemaker.

Pernahkah Tetangganet mengalami kejadian berikut? Ketika kita akan menghadapi ujian besok, ada banyak materi yang harus dipelajari, dan kita tidak tahu harus mulai darimana. Lalu, kita malah mulai dengan merapikan meja belajar kita. Ketika kita sudah selesai merapikan meja belajar kita, hati kita merasa lebih puas dan nyaman. Padahal kita belum mulai belajar.

Nah, dari sini kita bisa melihat bagaimana kegiatan merapikan rumah itu bisa membawa ketenangan sendiri bagi yang melakukannya.

Ketika kita merasa tenang, kita dapat melakukan pekerjaan lain dengan lebih produktif. Kita jadi mulai terinspirasi untuk berkarya sesuai passion kita.

Kebiasaan Beberes Akan Diwariskan ke Anak-Anak Kita

Tahukah Tetangganet, kebiasaan kita menyediakan rumah yang rapi dan nyaman bagi anak-anak akan kita wariskan kepada anak-anak kita. Anak-anak yang hidup di rumah yang terorganisir cenderung mengembangkan sikap suka kebersihan dan kerapian di saat dewasa kelak.

Anak-anak juga tidak mudah kehilangan barang, karena tahu setiap barang ada ‘rumah’nya. Setelah selesai menggunakan suatu barang, anak-anak akan terbiasa memulangkan barang tersebut ke tempatnya masing-masing. Hal ini mengajarkan kepada anak-anak tentang tanggung jawab terhadap barang-barang yang dia miliki dan juga yang orang lain miliki.

Bagaimana Cara Agar Tidak Malas Beberes Rumah?

Inginnya sih beberes juga, tapi entah kenapa tidak bisa menghilangkan rasa malas. Ditambah lagi jika yang harus dikerjakan ada banyak sekali. Baru melihat tumpukan cucian saja jadi terasa sesak di hati. Bagaimana cara mengatasinya, ya?

Ada nggak sih, cara menghilangkan malas beberes rumah? Bagaimana caranya supaya tidak merasa kewalahan ketika beberes rumah?

Pagi ini saya membaca sebuah artikel menarik yang ditulis oleh Isa Ryan dari Back to Homemaking Collective. Isa memberikan langkah-langkah praktis yang bisa kita lakukan jika beberes rumah terasa sangat berat.

Pertama, kenakan apron

Mengenakan apron atau celemek memberikan isyarat bagi badan kita bahwa ini adalah saatnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Ibaratnya ketika kita bekerja di kantor akan merasa lebih profesional jika mengenakan setelan khusus kantor. Maka, ketika kita mengenakan celemek kita akan merasa saatnya untuk profesional dalam mengerjakan pekerjaan rumah.

Bila perlu, investasikan sedikit tabungan untuk membeli apron yang nyaman dan menyenangkan hati sebagai self-reward. Ada banyak jenis apron yang ditawarkan di marketplace. Pilihlah yang menurut Tetangganet akan membuat kita merasa sebagai homemaker profesional.

Kedua, mulailah dengan mencuci piring

Dapur yang bersih dan rapi akan menjadi awal yang menyenangkan bagi homemaker. Mulailah dengan mencuci piring dan perkakas memasak lainnya. Pastikan counter dapur bersih dan rapi.

Akan sangat menyenangkan jika kita bisa menyeduh teh atau mengudap cemilan di dapur yang bersih setelah kita selesai mengerjakan pekerjaan rumah.

Ketiga, rapikan tempat tidur

Isa meyakini bahwa merapikan tempat tidur dapat membuat kamar seberantakan apapun menjadi 25% lebih rapi.

Saya jadi teringat sebuah buku berjudul Make Your Bed karya William H. McRaven. Buku ini bahkan menyarankan kita untuk merapikan tempat tidur kita terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan yang lain. Kebiasaan kecil ini tanpa kita sadari akan memberikan dampak yang besar bagi kehidupan kita.

Keempat, cuci pakaian

Setiap hari kita pasti membutuhkan pakaian bersih, bukan? Isa menyarankan untuk mencuci minimal 1 load (mesin cuci) pakaian setiap hari. Lebih baik kita punya tumpukan baju bersih yang menggunung daripada memiliki tumpukan baju kotor. Selain membuat hati sumpek, tumpukan baju kotor dapat mengundang kuman dan jamur untuk berkembang biak di dalamnya. Tentunya ini tidak baik untuk kesehatan keluarga.

Jika kita sedang suntuk-suntuknya atau repot-repotnya, Isa menyarankan kita untuk menargetkan minimal menyelesaikan empat langkah di atas. Siapa tahu setelah keempat langkah di atas selesai, Tetangganet melah mendapatkan semangat baru untuk menyelesaikan beberes yang lain. Jika tidak pun, tidak masalah.

Yang penting kita nikmati prosesnya. Dan kita harus yakin bahwa apa yang kita lakukan akan membawa kebaikan yang besar bagi seluruh anggota keluarga kita, termasuk diri kita sendiri.

Semoga setelah ini, kita bisa mengatasi rasa malas beberes rumah. Apakah Tetangganet punya saran lain atau ingin berbagi pengalaman? Silakan tulis di kolom komentar.

Sampai jumpa di postingan berikutnya. Wassalamu’alaykum.





Referensi:
https://backtohomemaking.substack.com/p/clean-your-house-its-good-for-you
Foto judul oleh Daiga Ellaby dari Unsplash

11 Komentar

  1. Nice... Tapi yg di bagian mencuci minim 1 load setiap hari kayaknya klo aku blm bisa, karena hanya berdua baju kotor sehari belum ada satu load klo cuci tiap hari boros di listrik n air 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, berarti berkurang beban pekerjaan rumahnya. Bisa untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang lain. Semangat, Kak!

      Hapus
  2. Mempunyai anak memang membuat rumah hampir selalu berantakan. Biasanya malam sebelum tidur, saya pastikan tidak ada benda yang tercecer di lantai lalu menyapunya. Jadi, saat terbangun pagi tinggal pel. Hari pun dimulai dengan perasaan lebih positif.

    BalasHapus
  3. Kadang saya memilih me time dengan cara bebersih rumah, jadi plong hati, apalagi lihat rumah jadi kinclong, hepi deh rasanya

    BalasHapus
  4. Beberes rumah itu memang butuh niat. Kayak hal dasar nyuci piring dan nyuci sih mau ngga mau harus dikerjakan. Tapi yg bikin males itu harus bersih² keseluruhan. Menyingkirkan debu² dalam rumah. Mager bgt. Harus menunggu benar² niat

    BalasHapus
  5. Saya sebagai IRT juga kadang merasakan kejenuhan dengan pekerjaan rumah yang selalu ada. Artikel ini sangat membantu hal-hal yang harus dilakukan agar bisa membersihkan rumah tanpa rasa berat atau malas.

    BalasHapus
  6. paling semangat beberes rumah kalau mood sedang apik 😂. Yang penting cucian teratur, nyapu, soal ngepel dan ngosek Kamar mandi weekand aja. Karena ruangan juga kecil, sudut² penting saja yang aku bersihkan. Kalau ada waktu longgar dan sudah plannging, baru deh, bersihkan sudut yang jarang disentuh.

    BalasHapus
  7. Hanya poin satu yang belum ku kerjakan mbak, kecuali pas masak aja haha. Yang lain aku sangat setuju banget, mulai dari cuci piringg, beberes kamar tidur, dan nyuci baju. Ah itu semua udah beres deh rumah, tinggal ngeblog deh kita haha

    BalasHapus
  8. Peer sekali urusan beberes rumah padahal tiap hari di rumah ya, saya terpantik sama pakai apron nih kayaknya seru

    BalasHapus
  9. Beberes rumah memang ga ada matinya. Kapan waktu sempat lipat pakaian. Sudah ditumpuk sedemikian rupa untuk kemudian ditempatkan pada lemarii. Eh si paling kecil katanya mau bantu lipet. Jadilah lipetan itu kembali ke seperti semula.

    BalasHapus
  10. Saya termasuk yang suka beberes rumah, kadang tak nyaman kalau melihat rumah tak rapi. Tapi kalau cape atau lagi tak mood, suka terabaikan juga ihwal beberes rumah ini

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar, tapi bukan link hidup ya