Assalamu’alaykum, Tetangganet, sudahkah menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi tantangan era globalisasi?

Dengan kemajuan teknologi, globalisasi menjadi tidak terelakkan. Masyarakat dunia kini dapat saling berhubungan dan memberikan dampak bagi satu sama lain, tanpa kekangan batasan-batasan wilayah negara. Kita dengan mudah dapat mengakses informasi dari negara manapun, dapat melakukan jual beli dari manapun, dan bahkan menjalin hubungan pertemanan dengan warga negara manapun.

Ini yang telah kita rasakan saat ini.

Bagaimana dengan anak-anak kita di masa depan?

Dua puluh tahun ke depan, globalisasi mungkin saja memberikan dampak yang lebih luas. Sistem ekonomi yang makin terintegrasi, perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan makin berkembang, dan munculnya budaya internasional hanyalah sebagian dari akibat yang dapat terjadi.

Globalisasi dapat memberikan manfaat yang besar bagi masa depan anak-anak kita kelak. Namun, pada saat yang sama, globalisasi juga memunculkan tantangan bagi mereka yang tidak dapat mempersiapkannya dengan baik. Kata pepatah, if you fail to prepare, you prepare to fail. Jika Anda gagal mempersiapkan, maka Anda mempersiapkan kegagalan.


Kata-kata mutiara tentang pentingnya mempersiapkan masa depan


Pentingnya Belajar Bahasa Asing untuk Anak-Anak


Mengasah kemampuan bahasa asing bagi anak adalah salah satu aspek yang penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi tantangan globalisasi. Di masa depan, ketika hampir semua orang telah menguasai lebih dari satu bahasa, jangan sampai anak-anak kita tertinggal karena hanya menguasai bahasa ibu saja.

Menguasai bahasa asing akan memudahkan mereka untuk berkomunikasi dengan baik, mendapatkan informasi secara utuh, terhindar dari berbagai misinformasi atau hoax, dapat terlibat dengan komunitas global, dan mendapatkan peluang karir yang lebih luas.

Tetangganet mungkin bertanya, “Bukankah dengan kemajuan teknologi, mereka bisa menggunakan aplikasi penerjemah dengan mudah, tanpa harus menguasai bahasa asing?”

Ya, namun menguasai sebuah bahasa tidak sama dengan menggunakan alat penerjemah.

Pernahkah Tetangganet mendengar istilah ‘getting lost in translation’? Maksudnya, ketika makna sebuah kalimat dalam suatu bahasa menjadi berbeda akibat diterjemahkan ke dalam bahasa lain, dapat mengakibatkan kesalahpahaman antara dua belah pihak yang sedang berkomunikasi.

Suatu hari ketika saya masih kuliah di Turki, saya mengalami kejadian yang lucu. Salah seorang teman saya menyebut saya sebagai “inek” atau “sapi”. Hah, tentu saja saya kaget! Kenapa teman saya tiba-tiba mengatai saya sebagai sapi? Ternyata dalam bahasa Turki, menyebut seseorang sebagai “sapi” adalah sebuah pujian karena rajin belajar dan bekerja. Menurut orang Turki, sapi adalah binatang yang rajin bekerja. Sebaliknya saya mengasosiasikan sapi dengan kerbau, hewan yang menurut orang Jawa adalah hewan yang pemalas. Sungguh berbeda, bukan? Jika saja teman saya tidak menjelaskan, tentu saya akan marah.

Bahasa adalah produk suatu kebudayaan. Aplikasi penerjemah tidak akan dapat secara sempurna menerjemahkan suatu bahasa karena budaya akan terus selalu berkembang. Terjemahan juga tidak dapat secara sempurna menggambarkan ‘rasa’ dari kata-kata tertentu. Mengandalkan komunikasi bahasa asing hanya dengan alat penerjemah, bukan hanya membatasi, namun bisa juga menimbulkan kesalahpahaman.

10 Bahasa yang paling banyak dipakai di seluruh dunia
Bahasa dengan jumlah penutur terbanyak di dunia (sumber: etnologue.com)


Bahasa Apa Yang Perlu Dikuasai?

Minimal, siapkan anak-anak untuk menguasai bahasa Inggris. Menurut data Ethnologue tahun 2023, Bahasa Inggris dikuasai setidaknya 1,4 milyar orang di seluruh dunia. Hampir setiap kegiatan ekonomi dan politik internasional menggunakan Bahasa Inggris sebagai mediumnya. Berbagai program studi lanjut yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar telah banyak diadakan di seluruh kampus di dunia. Menguasai Bahasa Inggris dapat membukakan peluang yang sangat luas dalam berbagai bidang, seperti bisnis dan pendidikan.

Setelah menguasai Bahasa Inggris, anak dapat memilih bahasa asing lain yang diminati dan memiliki jumlah penutur yang besar. Misalnya, Bahasa Mandarin yang memiliki lebih dari 1,1 milyar penutur di seluruh dunia, atau bahasa Spanyol yang memiliki lebih dari 500 juta penutur (Ethnologue.com, 2023).

Semakin banyak bahasa yang dikuasai, maka semakin lebar peluang yang terbuka. Selain itu, perspektif anak juga akan semakin luas karena setiap bahasa membawa perspektif budaya dari negara asalnya masing-masing.

Kakek dari salah satu teman saya pernah berkata,”One language, one world. If you master two languages, you can understand two worlds.” Semakin banyak bahasa yang kita kuasai, semakin luas cara kita memandang suatu fenomena. Alhasil, kita tidak mudah terprovokasi, lebih mudah memahami orang lain, dan terlatih berpikir kritis.

Manfaat bisa berbahasa asing bagi masa depan anak

Menyiapkan Pembelajaran Bahasa Asing yang Menyenangkan untuk Anak

Menjaga motivasi anak untuk konsisten belajar bahasa asing memang tidak mudah. Membutuhkan strategi yang tepat dan juga dukungan dari lingkungan agar anak tetap semangat dalam belajar. Berikut ini kami sajikan beberapa tips agar anak tetap senang belajar bahasa asing.

1. Rancang Aktivitas Belajar yang Interaktif

Aktivitas belajar yang interaktif dapat menjaga motivasi anak untuk terus belajar. Misalnya, Tetangganet dapat memberikan permainan yang menggunakan Bahasa Inggris. Atau, belajar dengan aplikasi belajar bahasa inggris yang menarik. Bisa juga dengan mengajak anak menyanyikan lagu berbahasa inggris, membaca buku cerita berbahasa inggris, dan menonton video anak-anak berbahasa inggris.

Tetangganet juga bisa mendaftarkan ananda ke Kursus Bahasa Asing Anak. Dengan tenaga pengajar yang lebih profesional, anak-anak bisa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih variatif.

2. Membiasakan Penggunaan Bahasa dalam Rutinitas Sehari-hari

Ilmu yang bermanfaat akan selalu menetap di dalam akal. Jika anak sudah senang belajar bahasa, jangan lupa untuk selalu membiasakan penggunaannya secara rutin dalam kegiatan sehari-hari. Sayang kan, jika bahasa, yang sudah dipelajari, jadi terlupakan karena tidak diasah.

Jika Tetangganet juga menguasai bahasa asing yang sama, tentu akan menyenangkan bisa bercakap-cakap dengan anak dalam bahasa tersebut. Misalnya, Tetangganet bisa membuat tantangan satu hari berbahasa Inggris dengan seluruh anggota keluarga. Seru, kan?

Kalau orangtuanya belum bisa, bagaimana? Yuk, belajar juga! Tidak ada kata terlambat untuk belajar.

3. Berikan Apresiasi Atas Pencapaian Anak

Dukungan orang tua dan lingkungan sekitar sangat penting untuk menjaga motivasi anak belajar bahasa tetap tinggi. Berikan apresiasi atas capaian anak sekecil apapun itu.

Apresiasi tidak harus dengan sesuatu yang bernilai material. Justru kata-kata seperti ”Well done!”, “Good job!”, atau “Proud of you!” adalah kata-kata yang ditunggu anak. Bisa juga dengan memberikan high five.

Jangan lupa juga menyebutkan di bagian mana anak telah melakukan sesuatu dengan baik. Misalnya,”Good job, Kakak sudah bisa menyebutkan nama-nama buah dengan baik.”
Ada banyak lagi tips lain yang bisa Tetangganet aplikasikan untuk membangun semangat belajar anak. Tentu saja, orangtua harus semakin banyak menambah ilmu parenting agar anak siap baik secara akal maupun emosinya. Saat ini, sudah banyak sumber belajar ilmu parenting yang tersedia gratis di internet, salah satunya dari blog keluarga



Aplikasi Belajar Bahasa Inggris untuk Anak

Tetangganet mungkin pernah mendengar tentang aplikasi CAKAP. Aplikasi CAKAP adalah aplikasi belajar bahasa asing yang pertama kali muncul di Indonesia dengan konsep live berkomunikasi dua arah. Dengan lebih dari 4 juta pengguna dan Google Play Store rating 4.9, aplikasi Cakap adalah aplikasi yang aman dan terpercaya karena sudah tersertifikasi ISO27001 untuk keamanan data.

Kabar baiknya, kini Cakap telah menghadirkan solusi belajar bahasa asing online untuk anak usia 4-12 tahun, yaitu CAKAP KIDS ACADEMY. Aplikasi ini menawarkan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, materi pembelajaran multimedia yang interaktif, laporan perkembangan bagi orangtua, dukungan akademis seperti rencana pembelajaran, dan tentu saja sertifikat di akhir level.

Ada dua bahasa yang dapat dipilih, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Kurikulum yang disusun menyesuaikan dengan standar internasional yang sudah diakui seluruh dunia. Untuk Bahasa Inggris, disusun berdasarkan standar CEFR atau Common European Framework of References for Languages. Sedangkan untuk Bahasa Mandarin disusun berdasarkan standar YCT atau Youth Chinese Test. Mantap!

Bagi Tetangganet yang tertarik mendaftarkan putra-putrinya Kursus Bahasa Inggris Anak Online, yuk segera download aplikasi Cakap! Jangan lupa gunakan kode referal NIACKPSEBHOCF untuk mendapatkan diskon 15% pada pembelian paket private premium.

Penguasaan bahasa asing adalah salah satu modal untuk menjawab tantangan globalisasi. Dukungan orangtua pada pembelajaran bahasa asing bagi anak adalah sebuah investasi untuk masa depan mereka. Semoga anak-anak kita kelak menjadi pribadi yang mampu menjawab semua tantangan globalisasi dan unggul pada bidangnya masing-masing.

Semoga artikel ini bermanfaat. Wassalamu’alaykum.

Referensi